Rabu, 05 Maret 2014

CITRA DIGITAL



SAMPLING & QUANTIZATION GRAPHIC

Citra digital dihasilkan dari citra analog yang mendapat proses digitalisasi, yang terdiri atas penerokan (sampling) dan kuantisasi (quantization). Penerokan merupakan proses pembagian citra dalam piksel-piksel, sedangkan kuantisasi adalah pemberian nilai intensitas warna pada tiap piksel dengan nilai berupa bilangan bulat yang nilainya tergantung pada banyaknya bit yang mempresentasikan warna tersebut.
Implementasi dari Sampling dan Quantization pada Grafik Asli
Untuk melakukan proses digitasi  atau mengkonversi objek yang diindera oleh sensor menjadi citra digital diperlukan dua proses, yaitu :
1.   Sampling : suatu proses mendigitasi koordinat objek. Proses ini memberikan   ukuran citra (resolution pixel), misalnya pada gambar : 10×10 pixel.
2. Kuantisasi (quantization: suatu proses mendigitasi intensitas sinyal objek pada koordinat pixel yang disample, dengan kata lain member nilai pixel tersebut (penentuan intensitas warna/color depth), misal : nilai digital pixel =  0   1 ( nilai 0 = warna gelap, sedangkan nilai 1 = warna terang )

Gambar : 

                                  Grafik Asli                                        Grafik Setelah Sampling & Quantization

        

              
GRAPHIES DEPTH COLOR

Kategori Grafik

Grafik berkomputer terbahagi kepada dua:
1.      Imej Raster atau grafik Bitmap.
2.      Imej Vektor atau grafik Metafile.

Imej yang biasa disimpan secara komprehensif di dalam komputer adalah berbentuk imej raster atau bitmap. Ia digunakan sebagai medan pertukaran imej yang dirujuk untuk menghasilkan imej 2 dimensi di dalam paparan komputer. Bergantung kepada perkakasan dan keupayaan, ia dapat memaparkan daripada 2 kepada lebih jutaan warna. Imej dapat dihasilkan dengan keadaan yang sebenar iaitu gambar asli.

Imej grafik bitmap terbentuk daripada satu kumpulan piksel-piksel. Setiap piksel mempunyai satu set bit-bit yang menyatakan warna dan keamatannya (intensity) Fail imej bitmap mempunyai saiz yang besar. Dua faktor yang memberi kesan kepada saiz sesebuah imej ialah :

1.Resolusi (Resolution)
Bilangan piksel yang terdapat pada imej. Fail imej bitmap sangat bergantung kepada resolusi. Setiap kali fail imej dicipta, resolusi imej perlu dinyatakan. Resolusi imej yang tinggi akan menghasilkan imej yang lebih tajam dan licin, berbanding dengan resolusi imej yang rendah. Semakin tinggi resolusi imej tersebut, semakin besar saiz failnya.

2.Kedalaman (depth)
Merujuk kepada penyataan warna dan keterangan (brightness) bagi setiap piksel individu. Setiap piksel mengandungi 2 atau lebih warna. Kedalaman warna dapat digambarkan melalui berapa banyak data dalam bits yang menghasilkan warna.Contohnya:

1 bit -menghasilkan 2 warna. (hitam atau putih)
2 bit -menghasilkan 4 warna
4 bit -menghasilkan 16 warna
8 bit -(1 byte) menghasilkan 256 warna
16 bit -(2 byte) menghasilkan 65,536 warna
24 bit -(3 byte) menghasilkan 16,777,216 warna

Semakin besar kedalaman setiap piksel, akan menghasilkan saiz fail imej bertambah besar.
Dalam citra biner setiap piksel hanya mempunyai dua kemungkinan nilai yaitu 0 dan 1. Umumnya, angka nol mewakili warna hitam dan angka satu mewakili warna putih.  Sedangkan citra keabuan , setiap pixelnya bisa memiliki nilai lain diantara warna hitam dan putih, yang disebut nilai abu-abu. Banyaknya kemungkinan warna abu-abu tergantung besarnya kedalaman bit dari citra tersebut. Misalnya suatu citra mempunyai kedalaman sebesar 8 bit. Berarti citra tersebut mempunyai skala warna sebanyak 28 atau 256 skala yaitu skala nol sampai 255 (0-255). Angka nol mewakili warna hitam dan angka 255 mewakili warna putih sedangkan lainnya mewakili warna abu-abu. Warna abu-abu skala 200 lebih gelap jika dibandingkan warna abu-abu skala 201.

                                                                         Skala keabuan




Citra berwarna merupakan gabungan dari beberapa lapis citra kanal warna yang bertumpuk. Masing-masing lapisan merepresentasikan nilai intensitas warna tertentu terhadap warna gelap sehingga pada citra berwarna setiap pixel mempunyai informasi warna tertentu yang merupakan gabungan warna-warna dari citra kanal warna. Misalnya RGB (Red Green Blue)  mempunyai warna dasar merah, hijau dan biru digabungkan dalam membentuk suatu susunan warna yang luas. Setiap warna dasar, misalnya merah, dapat diberi rentang nilai. Untuk monitor komputer, nilai rentangnya paling kecil adalah 0 dan paling besar adalah 255. Pilihan skala 256 ini didasarkan pada cara mengungkap 8 digit bilangan biner yang digunakan oleh mesin komputer. Dengan cara ini, akan diperoleh warna campuran sebanyak 256 x 256 x 256 = 1677726 jenis warna. Sebuah jenis warna, dapat dibayangkan sebagai sebuah vektor di ruang 3 dimensi yang biasanya dipakai dalam matematika, koordinatnya dinyatakan dalam bentuk tiga bilangan, yaitu komponen x, komponen y dan komponen z. Misalkan sebuah vektor dituliskan sebagai r = (x,y,z). Untuk warna, komponen – komponen tersebut digantikan oleh komponen Red, Green, Blue. Jadi, sebuah jenis warna dapat dituliskan sebagai berikut:
 
-        Putih       = RGB (255,255,255)
-        Hitam      = RGB(0,0,0)
-        Kuning   = RGB(255,255,0)
-        Hijau       = RGB(0,255,0)
-        Cyan      = RGB(0,255,255)
-        Biru       = RGB(0,0,255)
-        Magenta = RGB(255,0,255)
-        Merah     = RGB(255,0,0)
  
Citra berwarna RGB
               

Tidak ada komentar:

Posting Komentar